Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

RIBA ADALAH DOSA BESAR


Dari Jabir dia berkata : “Rasululloh Shallallahu’alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, juru tulisnya dan saksi2nya.” Dia berkata, “Mereka semua sama” (Riwayat Muslim)

Dalam Hadist diatas Nampak sekali ketegasan Rasululloh SAW dalam memberantas riba. Beliau menyebut secara rinci orang2 yang akan mendapatkan laknat. Ternyata laknat dan ancaman tidak saja ditujukan kepada para pemakan ribanya saja. Mereka yang terlibat dan ikut berpartisipasi dalam transaksi riba akan kebagian hukuman yang sama, meski hanya sebagai penulis atau saksi.

Imam Nawawi berkata dalam bukunya Syarah Shahih Muslim,” ini adalah penjelas terhadap pengharaman menulis akad dan menjadi saksi untuk dua orang yang melakukan transaksi dengan cara riba.”

Riba sendiri secara bahasa bermakna tambahan. Adapun secara istilah adalah penambahan pada komoditi barang dagangan tertentu. Rasululloh SAW bersabda ketika menjelaskan salah satu bentuk riba, “ Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, syair ( salah satu jenis gandum) dijual dengan syair, kurma dijual dengan kurma, garam dijual dengan garam harus sama dan kontan, barang siapa menambah atau minta tambahan maka ia telah berbuat riba.” ( Riwayat Muslim)

Bentuk riba yang lain adalah riba dalalm utang piutang. Misalnya, ketika seorang memberi hutang lalu bersepakat unutk menambah nilai utang tersebut ketika tiba waktu pembayarannya. Termasuk riba pula jika terjadi penambahan nilai utang disebabkan adanya penundaan pembayaran. Dan bentuk riba itu sangat banyak.

Ada satu qaidah yang bisa membantu kita mengenali sebagian dari bentuk2 riba itu. Bunyi qaidah itu adalah kullu qardhin jara naf’an fahua riban: setiap utang yang didalamnya ada manfaat yang diperoleh si pengutang ( disebabkan dia memberi utang) maka(manfaat yang diperolehnya) itu adalah riba.

DOSA BESAR

Dalam hadist terdapat pula penjelasan bahwa riba termasuk dalam kategori dosa besar. Hal ini diambil dari lafadz la’ana. Seperti yang dijelaskan Imam Adz Dzahabi dan ulama yang lan, bahwa di antara tanda suatu perbuatan termasuk dosa besar, jika dosa tu diancam laknat.

Status riba sebagai dosa besar diperkuat oleh Hadist Rasululloh SAW yang artinya,” Jauhilah olehmu tujuh dosa yang akan menjerumuskan (pelakunya ke dalam neraka),” para sahabat bertanya,” Ya Rasululloh apakah dosa2 itu?,” Beliau bersabda, “Menyekutukan Allah, Sihir,membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alas an yang dibenarkan, memakan harta anak yatim, memakan riba, melarikan diri dari medan peperangan dan menuduh wanita mukmin yang menjaga kehormatannya lagi baik bahwa ia telah berzina. (Muttafaqun alaihi)
Riba adalah dosa besar yang mendapat perhatian khusus dari Allah SWT dan RasulNya. Dalam AlQuran Allah SWT dan Rasul Nya mengumumkan perang kepada para pemakan riba. Sikap keras serupa juga dapat ditemukan dengan mudah dalam hadisst. Selain hadist diatas, masih banyak hadist lan yang berisi ancaman terhadap para pemakan riba.

Rasululloh SAW pernah bersabda,” Sesungguhnya satu dirham yang diperoleh seseorang dengan cara riba, dosanya lebih besar di sisi Allah disbanding tiga puluh enam kali perzinahan yang dilakukan seseorang. Dan riba yang paling besar adalah yang berkaitan dengan kehormatan seorang Muslim (Riwayat Ibnu Abi Dunya, al-Baihaqi dan di shahihkan oleh almuhaddist, syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani)

SELAMAT TINGGAL,BANK


Sumber:
Oleh Dzikrullah ( penulis adalah wartawan dan guru madrasah)
Majalah Suara Hidayatulloh.
Seorang Sahabat bercerita, sudah 9 tahun lebih ia dan istrinya menceraikan Bank dari kehidupan keuangannya. Sejak tu keberkahan rezek rumah tangga melimpah.
Menurutnya, setiap bentuk rezek dari Allah termanfaatkan maksimal—tidak dipakai untuk yang sia2—dan bisa dinikmati sebanyak mungkin orang. Berbeda dengan masa2 mereka di rundung bunga bank, banyak masalah yang mereka hadapi bagaikan berujung di jalan buntu. Saya yakin kehidupan seperti itulah yang sedikit banyak dialami oleh almarhum irzen Octa, dimana pembuluh darahnya pecah lalu ia tewas, sesudah diduga mengalami penyiksaan oleh para penagih utang. Pada saat hamper bersamaan terbongkar dugaan atas kejahatan Citibank lain berupa penilepan uang para nasabah oleh manajernya seniornya Malinda Dee.

Dua kasus diatas ini seperti kembali mengingatkan kita: Sesungguhnya tidak ada “kejahatan perbankan”, yang ada bank yang pada dasarnya memang jahat.

Kedua jenis kejahatan itu hanya ujung kuku dari system besar perbankan riba yang  prinsip dasarnya menghisap sebanyak mungkin dana masyarakat, untuk memperkaya pribadi pemiliknya, manajernya dan para pemegang sahamnya.

Seorang mantan banker riba yang bertaubat dan kini mengemban amanah sebagai Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia, A Ridwan Amin, menulis dalam bukunya Satanic Finance (2007) betapa system perbankan riba yang dianut Indonesia tidak akan pernah menjadikan sebagian besar rakyat di negeri yang kaya sumberdaya ala mini hidup makmur dan terbebas dari utang.

Hal  ini menurut Ridwan, sama sekali bukan suatu kebetulan, melainkan suatu proses yang sengaja didesain. “Bencana financial….merupakan kreasi para setan dan manusia2 yang menjadi agen binaannya,” tulis Ridwan.

Para pelaku Satanic finance itu menggunakan " 3 Pilar Setan", yakni FIAT MONEY ( uang kertas dan logam yang diterbitkan pemerintah),FRACTIONAL RESERVE REQUIREMENT (prasyarat cadangan uang yang harus dimiliki sebuah negara untuk dapat menerbitkan uang, dengan standar yang ditetapkan oleh penguasa2 moneter dunia) , dan INTEREST ( sistem bunga bank) untuk menghisap darah korbannya, khususnya negara2 berkembang.

Ketiga hal ini disebut Ridwan sebagai " pilar setan" karena merupakan penyangga sistem perbankan dan keuangan riba internasional.

PILAR PERTAMA, FIAT MONEY,. Dengan sistem ini rakyat dipaksa untuk menggantungkan nilai ekonomi kekayaan dan keringat kerja keras mereka hanya pada uang kertas ( Bank Notes).
Amerika Serikat bsa jadi negara yang dianggap terkuat ekonominya karean ia pengekspor "uang kertas" terbesar dunia (1,5 Miliar dollar per hari). Dagangan utamnya kertas bergambar dan berangka bernama dollar. Otoritas pecetak dan pendstribusi uang dollar itu bukanlah pemerintahh federal yang dipilih lewat pemlu oleh rakyatnya, melainkan perusahaan swasta bernama Federal Reserve alias The Fed.

Uang kertas negara manapun terkait dengan sistem keuangan dunia yang menjadikan dollar sebagai rujukan. Ketka Indonesia ikut menyandarkan kekayaan alam kita dan keringat kerja keras kita untuk dinilai dengan harga kertas bergambar dan berangka,dalam hal ini rupiah, secara otomatis kita masuk dalam sistem moneter dunia itu. Setiap kita bertransaksi kita ikut memperkaya para penguasa The Fed.
Sistem palsu ini hanya bisa dilawan dengan uang ril, uang yang dibuat dengan bahan logam yang bernilai nyata. baik diakui maupun tidak diakui oleh pemerintah, yaitu emas dan perak. nilai itu sudah ditetapkan Allah sebagai bagian dari sunnatulloh.

PILAR KEDUA, FRACTIONAL RESERVE REQUIREMENT (FRR),  alias Persentase Cadangan Minimal, Bank-bank di seluruh dunia termasuk bank Sentral, termasuk bank Indonesia hanya menyediakan cadangan minimal sebesar 10% dari jumlah seluruh uang yang diproduksi dan diedarkan.

Artinya, bank2 itu hanya perlu cadangan modal 10 triliun untuk mengeruk kekayaan masyarakat sebesar 100 triliun dengan cara menerbtkan kertas bergambar dan berangka. Kertas itulah yang oleh masyarakat dtukarkan dengan kekayaan alamnya, hasil pertaniannya, kerja kerasnya selama sebulan, produksi usaha kecil dan menengahnya, dagangan baksonya, dan lain sebagainya. Jika semua nasabah mengambil uang simpanannya d bank dalam waktu bersamaan, maka bank manapun tdak akan sanggup membayarnya. Bahkan bank milik negara sekalipun.

PILAR KETIGA, INTEREST ( bunga bank). Ini  merupakan pilar setan yang sangat ampuh untuk menark masyarakat menyimpan uangnya di bank baik dalam bentuk tabungan maupun deposito. Sebaliknya , bank juga memutar uang titipan masyarakat itu dengan cara meminjamkannya kepada mereka yang memerlukan uang, dengan bunga yang selalu lebih tinggi daripada yang diterima oleh para penabung

Kecepatan Cahaya ternyata ada dalam Al Quran




Bagi umat muslim, al-qur'an adalah sebuah kitab suci yang memiliki semua rahasia kehidupan. Dalam postingan Arieffan's World kali ini, saya akan membahas salah satu ilmu pengetahuan yang ada di dalam al-qur'an yang mungkin tidak diketahui semua orang, yakni tentang kecepatan cahaya -yang masih merupakan misteri bagi para ilmuwan-. Benar, jika kita tafsirkan dengan benar di dalam al-qur'an akan ditemukan rumus kecepatan cahaya yang ternyata jika dicocokkan dengan angka-angka temuan para ilmuwan tidak jauh berbeda.

Kecepatan Cahaya, Kecepatan gelombang elektro magnetic yg tercepat di jagat ini, yaitu: 299792.5 Km/detik, yang baru diketahui abad 20, ternyata telah ditulis Qur’an 1400 Tahun yang lalu.



Mungkin kita pernah tahu jika konstanta C, atau kecepatan cahaya yaitu kecepatan tercepat di jagat raya ini diukur, dihitung atau ditentukan oleh berbagai institusi berikut:




US National Bureau of Standards, C = 299792.4574 + 0.0011 km/det



The British National Physical Laboratory, C = 299792.4590 + 0.0008 km/det



Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar: ”Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik".





Sekarang, mari kita lihat apa yg Qur’an tulis tentang kecepatan cahaya.






Qs. 10 Yunus: 5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (jalan-jalan) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan haq. Dia menjelaskan tanda-tanda kepada orang-orang yang mengetahui.



Qs. 21 Anbiyaa: 33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.



Qs. 32 Sajdah: 5. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu



Sekarang, mari kita perhatikan dengan seksama.

Jarak yang dicapai “Sang urusan” selama 1 hari = jarak yang ditempuh bulan selama 1000 tahun atau 12000 bulan.




C . t = 12000 . L

dimana : C = kecepatan Sang urusan

t = waktu selama satu hari

L = panjang rute edar bulan selama satu bulan



Sekarang, sistem kalender telah diuji mendapatkan nilai C yang sama dengan nilai C yang sudah diketahui setelah pengukuran.



Ada dua macam system kalender bulan:

1. Sistem sinodik, didasarkan atas penampakan semu gerak bulan dan matahari dari bumi.

1 hari = 24 jam


1 bulan = 29.53059 hari



2. Sistem sidereal, didasarkan atas pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap bintang

dan alam semesta.

1 hari = 23 jam 56 menit 4.0906 detik = 86164.0906 detik

1 bulan = 27.321661 hari

Bulan kembali ke posisi semula tepat pada garis lurus antara matahari dan bumi

. Periode ini disebut “satu bulan sinodik”




Selanjutnya perhatikan rute bulan selama satu bulan sidereal, Rutenya bukan berupa lingkaran seperti yang mungkin anda bayangkan melainkan berbentuk kurva yang panjangnya L = v . T.



Dimana:

v = kecepatan bulan

T = periode revolusi bulan

= 27.321661 hari

a = 27.321661 days/365.25636 days x 360 o = 26.92848o



Ada dua tipe kecepatan bulan :

1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan


rumus berikut: ve = 2 . p . R / T



dimana R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km

T = periode revolusi bulan = 655.71986 jam

Jadi ve = 2 * 3.14162 * 384264 km / 655.71986 jam

= 3682.07 km/jam



2. Kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta. Yang ini yang akan diperlukan. Einstein mengusulkan bahwa kecepatan jenis kedua ini dihitung dengan mengalikan yang pertama dengan cosinus a, sehingga: v = Ve * Cos a



Dimana a adalah sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal


a = 26.92848o

Bandingkan C (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan dengan nilai C (kecepatan cahaya) yang sudah diketahui !



Jika:

L = v . T

v = Ve * Cos a

Ve = 3682.07 km/jam

a = 26.92848 o

T = 655.71986 jam


t = 86164.0906 detik



Maka:

C . t = 12000 . L

C . t = 12000 . v . T

C . t = 12000 . (Ve * Cos a) . T

C = 12000 . ve . Cos a . T / t

C = 12000 * 3682.07 km/jam * 0.89157 * 655.71986 jam / 86164.0906 detik

C = 299792.5 km/det




Sekarang,,, mari kita bandingkan antara perhitungan yg ditulis Qur’an dengan perhitungan abad 20.



Qur’an --------------------------------------> C = 299792.5 Km/detik

US National Bureau of Standards, ------> C = 299792.4574 + 0.0011 km/detik

The British National Physical Laboratory, C = 299792.4590 + 0.0008 km/detik




Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar: ”Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik".



Kesimpulan dari Profesor Elnaby:

“Perhitungan ini membuktikan keakuratan dan konsistensi nilai konstanta C hasil pengukuran selama ini dan juga mnunjukkan kebenaran AlQuranul karim sebagai wahyu yang patut dipelajari dengan analisis yang tajam karena penulisnya adalah ALLAH, Sang Pencipta Alam Semesta Raya.”



Elnaby, M.H, 1990, A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C



Fix, John D, 1995, Astronomy, Journey of the Cosmic Frontier, 1st edition, Mosby-Year Book, Inc., St Louis, Missouri
 
Sumber : Misteri Dunia Unik Aneh.com

KIAT SUKSES IBADAH DI BULAN RAMADHAN

Add caption
Rasulullah menyatakan, bahwa banyak orang berpuasa tidak mendapatkan manfaat dari puasanya, kecuali lapar dan haus. Nah berikut tips sukses beribadah Ramadhan agar banyak mendatangkan berkah dan manfaat:
  1. Agar puasa bermanfaat bagi kesehatan, lakukanlah praktek puasa Rasulullah sebagai berikut : 1) mengakhirkan makan sahur dan tidak berlebihan, 2) menyegerakan berbuka apabila datang waktu maghrib, sunnah dengan makanan yang manis (biasanya Rasulullah berbuka dengan 3 buah kurma), lalu shalat maghrib, baru dilanjutkan makan dengan tidak berlebihan, 3) melakukan qiyamu Ramadhan (tarawih). Kalau cara ini dilakukan, badan akan semakin sehat dan tidak akan merasakan kelelahan puasa.
  2. Usahakan puasa kita termasuk kategori puasa khusus, yaitu di samping mencegah segala hal yang membatalkan puasa, juga mencegah dari hal-hal yang dapat merusak pahala puasa, yaitu marah, berkata ngelantur, bohong, menggunjing, sumpah palsu, mengadudomba (provokasi), memfitnah, bermusuhan dan melihat dengan syahwat serta melihat sesuatu yang mendorong lupa kepada Allah, menjaga telinga dari mendengar yang tidak baik, dan menjaga seluruh anggota badan dari perbuatan dosa.
  3. Keberhasilan puasa sebagai metode pengendalian diri antara lain nampak dalam perilaku makan sahur dan berbuka, yaitu tidak berlebihan. Di samping akan membawa hikmah meningkatnya kesehatan, juga membawa manfaat akan mampu menahan diri untuk tidak mengambil milik orang lain. Jangankan milik orang lain yang haram, milik sendiri pun tidak digunakan untuk memenuhi dorongan hawa nafsu.
  4. Setiap malam melakukan tarawih. Di samping mendapat keutamaan diampuni dosa, tarawih pun sangat bermanfaat bagi kesehatan, karena selama tarawih, tubuh kita melakukan metabolisme dalam keadaan badan bergerak, oleh karena itu upayakan tarawih 20 raka’at sebagaimana kesepakatan 4 madzhab.
  5. Memperbanyak tadarus Al-Qur’an, i’tikaf dan dzikir.
  6. Memperbanyak sedekah, terlebih-lebih memberi makanan untuk berbuka puasa (memberi makanan kepada seorang untuk berbuka puasa, mendapat pahala puasa satu hari).
  7. Upayakan kita memperoleh keutamaan lailatul qadr, yaitu beribadah pada satu malam di bulan Ramadhan yang persisnya dirahasiakan. Dalam berbagai hadits, dijelaskan, kemungkinan datangnya lailatul qadr pada malam-malam ganjil di 10 malam akhir Ramadalan, terutama malam ke-27.
  8. Perbanyak amal saleh, baik dalam hubungan dengan Allah maupun dalam hubungan dengan sesama manusia, karena pahalanya dilipatgandakan.9. Bayar zakat fitrah sebelum shalat idul fitri.
  9. Manfaatkan idul fitri untuk bersilaturahim dan saling memaafkan, sehingga kita bersih dari dosa dalam hubungan antar sesama manusia. Insya Allah dengan puasa dan tarawih, dosa dalam hubungan dengan Allah telah diampuni. Maka pada idul fitri, kita bagaikan bayi yang baru dilahirkan, tidak ada dosa sedikitpun. Amin.  Sumber : Babinrohis.com